Empati merupakan wujud pemahaman anak terhadap apa yang dirasakan orang lain. Pada dasarnya dalam diri setiap anak sudah tertanam unsur kepekaan (empati) namun persoalannya adalah tergantung dari bagaimana orangtua mengasahnya sehingga rasa empati itu bisa menjadi suatu bagian dari karakter kepribadian anak.
Adapun cara untuk menumbuhkan empati pada anak adalah sebagai berikut:
1. Peka terhadap perasaan orang lain
Orangtua harus lebih sering berbicara pada anak tentang berbagai macam perasaan yang sedang dihadapi orang lain. Sebagai contoh, ketika berada dijalan melihat seorang anak yang sedang jualan koran ditengah hari yang begitu panas, katakanlah: "kasihan ya anak itu, dia seusiamu lho tapi harus mencari uang sendiri dengan menjual koran". Atau pada kejadian ketika melihat es krim adik jatuh, " kasihan adik ya, es krimnya jatuh, kakak bisa berbagi dengan adik sayang?".
2. Membayangkan jika seandainya dia adalah aku
Ajaklah anak untuk membayangkan seandainya dirinya yang sedang mengalami penderitaan
seperti yang ia lihat. Rangkailah kalimat yang bisa menggugah perasaan anak sehingga dia bisa
membayangkan hal itu dengan mudah. Sebagai contoh, "nak coaba lihat anak itu melihat es krim
mu tanpa berkedip!, kasihan dia tidak punya uang untuk membeli es krim. Kamu pasti ingat
kemarin menangis minta dibelikan es krim seperti punya adik". Harapan kita anak tersentuh
hatinya untuk berbagi.
3. Berlatih mengorbankan milik sendiri
Melatih anak agar terbiasa memberikan sesuatu dari barangnya sendiri kepada oarang lain memang perlu dilakukan. Daaripada dia bersedekah menggunakan uang dari dompet ibu, lebih baik ajarkan pada anak untuk menyisihkan uang sakunya untuk bersedekah. Sehingga mereka merasakan berbuat baik, bersedekah dengan uang sakunya sendiri. Berikana kesempatan pada anakuntuk menikmati kebahagiaan dari usahanya untuk berbuat sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain. Dengan cara seperti ini akan tumbuh rasa percaya diri untuk terbiasa membahagiakan orang lain dalam bentuk yang luas.
Hal yang perlu dilakukan orang tua adalah memberikan keteladanan, jangan batasi pergaulan anak. Jika memungkinkan, ajaklah anak untuk melihat kehidupan yang berbeda dengan yang dia jalani. Ajaklah anak untuk peduli, bertanggung jawab serta libatkan mereka dengan kegiatan sosial. Semoga keteladanan seperti ini bisa menjadiakan putra-putri kita sebagai generasi yang peduli dan memiliki empati yang tinggi terhadap sesama.